Ada seorang perokok berat sedang naik angkot, saking pecandunya kemana mana pasti sambil menghisap rokok... ketika naik angkot pun dia masih menghisap rokok dengan nikmatnya hingga ada seorang gadis seksi yang sedang hamil 1 bulanan menegurnya.
Gadis : "Pak!bapak ini punya sopan santun gak sih, ini kan tempat umum tolong matiin rokoknya.. menggangu si kecil di perut ku tau"
Mendengar ocehan tersebut si bapak merasa tersinggung karena dia berkata di hadapan orang banyak.
Si bapak gak mau mengalah dia berfikir dan berkata
Bapak: "Mbak! mbak ini punya sopan santun gak sih? ini kan tempat umum. mbak berani yah pakai rok mini itu tuh serabi mbak hampir kelihatan...menggangu SI KECIL di celana saya tau jadi terbangun..
Sunday, November 29, 2009
Permohonan terakhir seorang narapidana
Seorang narapidana LP Nusakambangan yang bernama Joko adalah terdakwa kasus pemerkosaan dan pembunuhan. Esok harinya ia menjalani sidang. Keputusan akhir sang hakim adalah hukuman mati.
Menjalang ajalnya ia berpesan kepada penjaga LP "ketika saya dimandikan tolong cukur habis semua rambut di tubuh saya.
Penjaga LP : "Memangnya mengapa ??"
Joko : "Supaya ketika saya sampai di akhirat saya akan di kira bayi dan dapat ASI dari para bidadari".
Menjalang ajalnya ia berpesan kepada penjaga LP "ketika saya dimandikan tolong cukur habis semua rambut di tubuh saya.
Penjaga LP : "Memangnya mengapa ??"
Joko : "Supaya ketika saya sampai di akhirat saya akan di kira bayi dan dapat ASI dari para bidadari".
Penelitian wc cewe dan wc cowo
Seorang peneliti bereksperimen tentang budidaya ikan lele. Ikan-ikan tersebut sengaja di taruh di dua kolam. Di atas kolam pertama dibangun WC khusus cowok, sementara di atas kolam kedua dibangun WC khusus cewek. WC-WC ini diharapkan menjadi sumber makakan ikan ketika ada yang buang air.
Selang tiga bulan kemudian peneliti melihat pertumbuhan yang tidak wajar, ikan lele di kolam pertama badannya lebih kecil dibandingkan dengan ikan lele di kolam kedua. Peneliti bingung dan mencoba menganalisanya.
Dia menyimpulkan bahwa ikan lele di kolam pertama selama ini mengalami stress secara terus menerus. Sebab, meskipun mereka diberi makan, tapi mereka diancam dengan "PENTUNGAN". Sebaliknya, ikan-ikan lele di kolam kedua meresa nyaman dan terhibur karena selain diberi makan (eek), mereka juga diberi "SENYUMAN"....
Selang tiga bulan kemudian peneliti melihat pertumbuhan yang tidak wajar, ikan lele di kolam pertama badannya lebih kecil dibandingkan dengan ikan lele di kolam kedua. Peneliti bingung dan mencoba menganalisanya.
Dia menyimpulkan bahwa ikan lele di kolam pertama selama ini mengalami stress secara terus menerus. Sebab, meskipun mereka diberi makan, tapi mereka diancam dengan "PENTUNGAN". Sebaliknya, ikan-ikan lele di kolam kedua meresa nyaman dan terhibur karena selain diberi makan (eek), mereka juga diberi "SENYUMAN"....
Tidak memperkosa anak di bawah umur
Pada suatu hari terjadi persidangan, di sebuah kantor pengadilan. Yang membahas tentang si Udin yang tua berumur 70 th, memperkosa anak umur tujuh tahun.
Dalam persidangan tersebut terjadi banyak perdebatan,antara hakim, jaksa penuntut, dan Udin.
Hakim : "Saudara Udin anda dituduh atas pemerkosaan anak dibawah umur !, bukan begitu saudara jaksa?"
Jaksa : "Tepat sekali yang mulia!"
Karena tuduhan hakim dan jaksa masih memberatkan si Udin,akhirnya Udin protes...
Udin : "SAYA TIDAK TERIMA YANG MULIA!!!"
Jaksa : "Tidak terima gimana, korban ada, saksi banyak kurang apa lagi?" (dengan senyuman sinis)
Udin : "Pokoknya saya tidak terima..!!, jelas-jelas saya tidak perkosa anak dibawah umur?"
Hakim : "Kalau bukan dibawah umur terus apaan?"
Dengan keyakinan Udin menjawab,"SAYA PERKOSA ANAK DIBAWAH KASUR...!!!??@#$"
Dalam persidangan tersebut terjadi banyak perdebatan,antara hakim, jaksa penuntut, dan Udin.
Hakim : "Saudara Udin anda dituduh atas pemerkosaan anak dibawah umur !, bukan begitu saudara jaksa?"
Jaksa : "Tepat sekali yang mulia!"
Karena tuduhan hakim dan jaksa masih memberatkan si Udin,akhirnya Udin protes...
Udin : "SAYA TIDAK TERIMA YANG MULIA!!!"
Jaksa : "Tidak terima gimana, korban ada, saksi banyak kurang apa lagi?" (dengan senyuman sinis)
Udin : "Pokoknya saya tidak terima..!!, jelas-jelas saya tidak perkosa anak dibawah umur?"
Hakim : "Kalau bukan dibawah umur terus apaan?"
Dengan keyakinan Udin menjawab,"SAYA PERKOSA ANAK DIBAWAH KASUR...!!!??@#$"
Anjing ku tak bisa
Seorang wanita berusia 22 tahun yang bernama Marni memutuskan untuk pergi ke dokter untuk tes urine karena ia sudah gerah mendengar perkataan temannya kalau dia mengidap HIV.
Ketika sedang menunggu hasil tes dokter bertanya "Kenapa lututmu lecet ?"
Marni : "Ini akibat gaya anjing"
Dokter : "Memang ngga bisa gaya yang lain ?"
Marni : "Bisa sih, tapi anjing saya yang ngga bisa"
Dokter : "#$!!!%??"
Ketika sedang menunggu hasil tes dokter bertanya "Kenapa lututmu lecet ?"
Marni : "Ini akibat gaya anjing"
Dokter : "Memang ngga bisa gaya yang lain ?"
Marni : "Bisa sih, tapi anjing saya yang ngga bisa"
Dokter : "#$!!!%??"
Latihan melancarkan adegan
Di sebuah tempat lokasi shooting, saat break, istirahat shooting sebuah film panas. Di situ ada seorang aktris Pemeran Utama malah pergi menuju sebuah hotel dengan seorang aktor muda pendatang baru. Sutradara pun kemudian menegurnya.
"Untuk apa kalian ke sana ?" tanya Sutradara.
"Latihan melancarkan adegan, Pak ! " jawab sang aktris dengan tenangnya.
"Untuk apa kalian ke sana ?" tanya Sutradara.
"Latihan melancarkan adegan, Pak ! " jawab sang aktris dengan tenangnya.
Takut punya anak hitam
Bisik-bisik di dalam kamar pengantin berbunyi : "Mas, mas kenapa lampunya di padamkan. Gelap nih. Nanti anak kita hitam lho."
"Justru kalau lampunya terang anak kita akan menjadi hitam, karena banyak sinar yang masuk," jawab sang suami yang kerjanya sebagai Tukang Foto Keliling.
"Justru kalau lampunya terang anak kita akan menjadi hitam, karena banyak sinar yang masuk," jawab sang suami yang kerjanya sebagai Tukang Foto Keliling.
Dirampok saat berjalan menuju sekolah
Suatu hari Abdul datang terlambat ke kelas, kebetulan dia belum bikin PR. Ketika lagi bingung mencari alasan, ibu guru sudah terlanjur nanya:
Ibu guru : "Abdul kenapa kamu terlambat?"
Abdul jawab sekenanya : "Saya dirampok orang di perjalanan Bu..."
Ibu guru : "Wah, gawat sekali, lalu kamu nggak apa-apa, dul..."
Abdul : "Ngak apa-apa bu..."
Ibu guru : "Lalu perampok itu ngambil duit dan barang-barang kamu nggak??"
Abdul: "Aneh lho bu, dia nggak ambil uang dan barang-barang lain... Dia cuma ngambil BUKU PR saya..."
Ibu guru : "Abdul kenapa kamu terlambat?"
Abdul jawab sekenanya : "Saya dirampok orang di perjalanan Bu..."
Ibu guru : "Wah, gawat sekali, lalu kamu nggak apa-apa, dul..."
Abdul : "Ngak apa-apa bu..."
Ibu guru : "Lalu perampok itu ngambil duit dan barang-barang kamu nggak??"
Abdul: "Aneh lho bu, dia nggak ambil uang dan barang-barang lain... Dia cuma ngambil BUKU PR saya..."
Kebiasaan boss menggerakan jari tangan
Puput seorang Sekertaris baru, menceritakan pengalamannya pada salah seorang rekannya.
"Bosku punya kebiasaan menggerak-gerakkan jari tangannya bila sedang tidak ada kerjaan."
"Ah, itu sih hal biasa." jawab temannya.
"Tapi, ia menggerak-gerakkan jari tangannya di seluruh tubuhku."
"Bosku punya kebiasaan menggerak-gerakkan jari tangannya bila sedang tidak ada kerjaan."
"Ah, itu sih hal biasa." jawab temannya.
"Tapi, ia menggerak-gerakkan jari tangannya di seluruh tubuhku."
Saturday, November 28, 2009
Sejarah Samurai

Istilah samurai ( 侍 ), pada awalnya mengacu kepada "seseorang yang mengabdi kepada bangsawan". Pada zaman Nara, (710 - 784), istilah ini diucapkan saburau dan kemudian menjadi saburai. Selain itu terdapat pula istilah lainyang mengacu kepada samurai yakni bushi. Istilah bushi ( 武士 ) yang berarti "orang yang dipersenjatai/kaum militer", pertama kali muncul di dalam Shoku Nihongi ( 続日本紀 ), pada bagian catatan itu tertulis "secara umum, rakyat dan pejuang (bushi) adalah harta negara". Kemudian berikutnya istilah samurai dan bushi menjadi sinonim pada akhir abad ke-12 (zaman Kamakura). Pada zaman Azuchi-Momoyama (1573 - 1600) dan awal zaman Edo (1603), istilah saburai berubah menjadisamurai yang kemudian berubah pengertian menjadi "orang yang mengabdi".
Sejarah Samurai
Dalam catatan sejarah militer di Jepang, terdapat data-data yang menjelaskan bahwa pada zaman Nara (710 - 784), pasukan militer Jepang mengikuti model yang ada di Cina dengan memberlakukan wajib militer9 dan dibawah komando langsung Kaisar. Dalam peraturan yang diberlakukan tersebut setiap laki-laki dewasa baik dari kalangan petani maupun bangsawan, kecuali budak, diwajibkan untuk mengikuti dinas militer. Secara materi peraturan ini amat berat, karena para wakil tersebut ataukaum milter harus membekali diri secara materi sehingga banyak yang menyerah dan tidak mematuhi peraturan tersebut. Selain itu pula pada waktu itu kaum petani juga dibebani wajib pajak yang cukup berat sehingga mereka melarikan diri dari kewajiban ini. Pasukan yang kemudian terbentuk dari wajib militer tersebut dikenal dengan sakimori ( 防人 ) yang secara harfiah berarti "pembela", namun pasukan ini tidak ada hubungannya dengan samurai yang ada pada zaman berikutnya.
Setelah tahun 794, ketika ibu kota dipindahkan dari Nara ke Heian (Kyoto), kaum bangsawan menikmati masa kemakmurannya selama 150 tahun dibawah pemerintahan kaisar. Tetapi, pemerintahan daerah yang dibentuk oleh pemerintah pusat justru menekan para penduduk yang mayoritas adalah petani. Pajak yang sangat berat menimbulkan pemberontakan di daerah-daerah, dan mengharuskan petani kecil untuk bergabung dengan tuan tanah yang memiliki pengaruh agar mendapatkan pemasukan yang lebih besar. Dikarenakan keadaan negara yang tidak aman, penjarahan terhadap tuan tanah pun terjadi baik di daerah dan di ibu kota yang memaksa para pemilik shoen (tanah milik pribadi) mempersenjatai keluarga dan para petaninya. Kondisi ini yang kemudian melahirkan kelas militer yang dikenal dengan samurai.
Kelompok toryo (panglima perang) dibawah pimpinan keluarga Taira dan Minamoto muncul sebagai pemenang di Jepang bagian Barat dan Timur, tetapi mereka saling memperebutkan kekuasaan. Pemerintah pusat, dalam hal ini keluarga Fujiwara, tidak mampu mengatasi polarisasi ini,yang mengakibatkan berakhirnya kekuasaan kaum bangsawan.
Kaisar Gonjo yang dikenal anti-Fujiwara, mengadakan perebutan kekuasaan dan memusatkan kekuasaan politiknya dari dalam o-tera yang dikenal dengan insei seiji. Kaisar Shirakawa,menggantikan kaisar Gonjo akhirnya menjadikan o-tera sebagai markas politiknya. Secara lihai, ia memanfaatkan o-tera sebagai fungsi keagamaan dan fungsi politik.
Tentara pengawal o-tera, souhei ( 僧兵 ) pun ia bentuk, termasuk memberi sumbangan tanah (shoen) pada o-tera. Lengkaplah sudah o-tera memenuhi syarat sebagai "negara" di dalam negara. Akibatnya, kelompok kaisaryang anti pemerintahan o-tera mengadakan perlawanan dengan memanfaatkan kelompok Taira dan Minamoto yang sedang bertikai.
Keterlibatan Taira dan Minamoto dalam pertikaian ini berlatar belakang pada kericuhan yang terjadi di istana menyangkut perebutan tahta, antara Fujiwara dan kaisar yang pro maupun kotra terhadap o-tera. Perang antara Minamoto, yang memihak o-tera melawan Taira, yang memihak istana, muncul dalam dua pertempuran besar yakni Perang Hogen (1156) dan Perang Heiji (1159).
Peperangan akhirnya dimenangkan oleh Taira yang menandai perubahan besar dalam struktur kekuasaan politik. Untuk pertama kalinya, kaum samurai muncul sebagai kekuatan politik di istana.
Taira pun mengangkat dirinya sebagai kuge ( 公家 - bangsawan kerajaan), sekaligus memperkokoh posisi samurai-nya. Sebagian besar keluarganya diberi jabatan penting dan dinobatkan sebagai bangsawan.
Keangkuhan keluarga Taira akhirnya melahirkan konspirasi politik tingkat tinggi antara keluarga Minamoto (yang mendapat dukungan dari kaum bangsawan) dengan kaisar Shirakawa, yang pada akhirnya mengantarkan keluarga Minamoto mendirikan pemerintahan militer pertama di Kamakura
Sejarah Samurai
Dalam catatan sejarah militer di Jepang, terdapat data-data yang menjelaskan bahwa pada zaman Nara (710 - 784), pasukan militer Jepang mengikuti model yang ada di Cina dengan memberlakukan wajib militer9 dan dibawah komando langsung Kaisar. Dalam peraturan yang diberlakukan tersebut setiap laki-laki dewasa baik dari kalangan petani maupun bangsawan, kecuali budak, diwajibkan untuk mengikuti dinas militer. Secara materi peraturan ini amat berat, karena para wakil tersebut ataukaum milter harus membekali diri secara materi sehingga banyak yang menyerah dan tidak mematuhi peraturan tersebut. Selain itu pula pada waktu itu kaum petani juga dibebani wajib pajak yang cukup berat sehingga mereka melarikan diri dari kewajiban ini. Pasukan yang kemudian terbentuk dari wajib militer tersebut dikenal dengan sakimori ( 防人 ) yang secara harfiah berarti "pembela", namun pasukan ini tidak ada hubungannya dengan samurai yang ada pada zaman berikutnya.
Setelah tahun 794, ketika ibu kota dipindahkan dari Nara ke Heian (Kyoto), kaum bangsawan menikmati masa kemakmurannya selama 150 tahun dibawah pemerintahan kaisar. Tetapi, pemerintahan daerah yang dibentuk oleh pemerintah pusat justru menekan para penduduk yang mayoritas adalah petani. Pajak yang sangat berat menimbulkan pemberontakan di daerah-daerah, dan mengharuskan petani kecil untuk bergabung dengan tuan tanah yang memiliki pengaruh agar mendapatkan pemasukan yang lebih besar. Dikarenakan keadaan negara yang tidak aman, penjarahan terhadap tuan tanah pun terjadi baik di daerah dan di ibu kota yang memaksa para pemilik shoen (tanah milik pribadi) mempersenjatai keluarga dan para petaninya. Kondisi ini yang kemudian melahirkan kelas militer yang dikenal dengan samurai.
Kelompok toryo (panglima perang) dibawah pimpinan keluarga Taira dan Minamoto muncul sebagai pemenang di Jepang bagian Barat dan Timur, tetapi mereka saling memperebutkan kekuasaan. Pemerintah pusat, dalam hal ini keluarga Fujiwara, tidak mampu mengatasi polarisasi ini,yang mengakibatkan berakhirnya kekuasaan kaum bangsawan.
Kaisar Gonjo yang dikenal anti-Fujiwara, mengadakan perebutan kekuasaan dan memusatkan kekuasaan politiknya dari dalam o-tera yang dikenal dengan insei seiji. Kaisar Shirakawa,menggantikan kaisar Gonjo akhirnya menjadikan o-tera sebagai markas politiknya. Secara lihai, ia memanfaatkan o-tera sebagai fungsi keagamaan dan fungsi politik.
Tentara pengawal o-tera, souhei ( 僧兵 ) pun ia bentuk, termasuk memberi sumbangan tanah (shoen) pada o-tera. Lengkaplah sudah o-tera memenuhi syarat sebagai "negara" di dalam negara. Akibatnya, kelompok kaisaryang anti pemerintahan o-tera mengadakan perlawanan dengan memanfaatkan kelompok Taira dan Minamoto yang sedang bertikai.
Keterlibatan Taira dan Minamoto dalam pertikaian ini berlatar belakang pada kericuhan yang terjadi di istana menyangkut perebutan tahta, antara Fujiwara dan kaisar yang pro maupun kotra terhadap o-tera. Perang antara Minamoto, yang memihak o-tera melawan Taira, yang memihak istana, muncul dalam dua pertempuran besar yakni Perang Hogen (1156) dan Perang Heiji (1159).
Peperangan akhirnya dimenangkan oleh Taira yang menandai perubahan besar dalam struktur kekuasaan politik. Untuk pertama kalinya, kaum samurai muncul sebagai kekuatan politik di istana.
Taira pun mengangkat dirinya sebagai kuge ( 公家 - bangsawan kerajaan), sekaligus memperkokoh posisi samurai-nya. Sebagian besar keluarganya diberi jabatan penting dan dinobatkan sebagai bangsawan.
Keangkuhan keluarga Taira akhirnya melahirkan konspirasi politik tingkat tinggi antara keluarga Minamoto (yang mendapat dukungan dari kaum bangsawan) dengan kaisar Shirakawa, yang pada akhirnya mengantarkan keluarga Minamoto mendirikan pemerintahan militer pertama di Kamakura